Showing posts with label Pregnancy. Show all posts
Showing posts with label Pregnancy. Show all posts

Thursday, August 4, 2016

Mudik Pertama ke Tempat Mertua

Mudik lebaran ini terasa sangat istimewa. Karena ini pertama kalinya saya mudik ke tempat mertua! Dan ini juga pertama kalinya saya mudik dengan status istri dan calon ibu, hehe. Saya dan Mas Aditya pergi mudik ke Madiun di malam kedua lebaran.


Madiun adalah kota kecil yang sangat menyenangkan. Kami berkunjung ke rumah nenek dan kakek dari Mas Aditya yang letaknya di pinggiran kota yaitu Takeran. Acara hari kedua lebaran tidak terlalu heboh, kami hanya berfoto-foto, makan gado-gado dan pecel di kota, bermain kelereng, dan tidur siang, haha. Tidur siang adalah agenda wajib saya di awal-awal kehamilan ini, karena saya mudah sekali merasa kelelahan.




Foto-foto kami terlihat bagus karena bukan jepretan dari kamera smartphone biasa. Kebetulan sekali Oomnya Mas Aditya ada yang memiliki hobi fotografi. Jadilah saya, Mas Aditya dan Mba Arien serta Enna (Kakak dan ponakan mas Aditya) menjadi model dadakan, hehhee.

Sebenarnya di dekat rumah nenek kami ada sawah, dan rumah tua yang bisa dijadikan tempat foto-foto yang instagram-able, tapi berhubung saya merasa sangat kelelahan
Yang paling nggak bisa saya lupakan dari Madiun adalah makanannya. Wah, makanan di sana itu enak-enak sekali. Saya dengan porsi makan saya (yang-lumayan-berlebih) sangat menikmati makanan di Madiun. Bayangkan saja dalam satu hari saya bisa 4-5 kali makan, hahha.

Makanan yang benar-benar terngiang selalu adalah PECEL PODANG. Yes it is, itu enak banget. Porsinya nggak terlalu banyak, pedasnya mantap, dan lauknya buanyaakk sekali. Ah, surga dunia banget bagi orang yang suka makan pecel.

Selain Pecel Podang, ada makanan unik khas Madiun yang kemungkinan tidak kita temukan di tempat lain. Namanya TEPO. Tepo adalah semacam soto bersantan, dengan kuah kacang, isinya hanya ketupat, tempe dan tahu. Harganya sangat murah, bayangkan saja satu mangkok Tepo hanya seharga 4000 rupiah. Namun rasanya luar biasa. Sayangnya saya tidak memoto wujud dari makanan itu, hehe.

Saya dan suami juga jajan gado-gado, kue putu dan serabi selama 1 hari 1 malam di Madiun. Intinya mudik kali ini terasa sangat menyenangkan. Selain berkumpul dengan keluarga baru, kami juga menikmati wisata kuliner yang sangat nikmaaatt.


Sunday, July 31, 2016

Pengalaman Pertama Jadi Ibu Hamil


Tepat tanggal 29 Juli 2016 yang lalu, saya dan Mas Aditya memeriksakan kandungan saya ke dokter SpOg di Wonosobo. Bukannya di Banjarnegara nggak ada dokter obgyn sih ya, tapi entah mengapa saya sudah jatuh hati dengan Rumah Sakit Bersalin yang ada di Wonosobo, selain hawanya sejuk sekali, di sana juma homie  banget. 

Alhamdulillah kaka kecil sudah masuk ke usia 14 minggu. Di layar USG si kaka sudah bergerak-gerak, seperti mau loncat-loncat. Ya Allah rasanya terharu dan pengen nangis banget ngeliatnya. Nggak tau kenapa rasanya masih belum percaya ada makhluk mungil yang lagi gerak-gerak di dalam perut saya, hihi.

Kaka kecil tumbuh dengan sehat, dan berat badannya cukup gendut hihihi. Harusnya seusia kaka kecil sekarang ini berat badan normalnya adalah 50-85 gram. Tapi kaka kecil sudah berbobot 97 gram. Wow. Alhasil Pak Dokter menyuruh bundanya untuk bisa lebih ngerem minum susunya. Jangan terlalu banyak, nanti takutnya kegendutan bayinya. 

Wah, padahal saya kemarin-kemarin sempat stress karena berat badan saya belum nambah-nambah malah sempat turun 2 kilogram. Saat ini alhamdulillah sudah kembali ke berat badan sebelumnya. Jadi, turun 2 kilogram dan naik 2 kilogram, hehe. Sama saja. 

Alhamdulillah saya tidak terlalu bermasalah tentang makanan. Banyak saya dengar dari teman-teman saya, mereka enggan untuk minum susu ibu hamil karena rasanya yang tidak enak dan bikin mual. Alhamdulillah sekali mencoba, saya langsung suka. Saya lebih memilih Susu Pren*gen rasa Strawberry, karena menurut saya rasanya segar dan enak sekali, alias gak bikin eneg. Saya tidak terlalu picky dalam hal makanan. Cuma memang porsi nasi saya menjadi cukup berkurang. Rasanya enggan sekali untuk makan nasi. Di kehamilan ini saya suka sekali dengan tempe-tahu (wajib ada setiap hari), mi (bukan mi instant ya), bakso, buah dan sayur-sayuran.

Anehnya, dulu sebelum hamil saya bisa dibilang doyan banget sama yang namanya "ayam". Ayam bakar, ayam goreng, ayam dibumbu apa saja saya pasti doyan. Namun saat ini saya jadi paling anti sama yang namanya ayam. Rasanya mulut ini susah sekali menelan ayam. Saya juga nggak paham kenapa bisa begitu, hehe.



Ngidam?
Ya pernah tiga kali (padahal baru 3 bulan ya, hehe). Pertama kali adalah, saya ngidam Almond Cookies oleh-oleh khas Surabaya. Jujur ya, saya sampai menangis minta suami saya untuk cepat pulang dan bawa si almond cookies itu (saat suami kerja di Surabaya). Rasanya menunggu suami pulang dalam 3 hari seperti 3 tahun lamanya. Dan parahya, ketika suami sudah datang membawa makanan yang saya idam-idamkan, saya hanya makan 2 cookies saja. Selebihnya, rasanya senang sekali melihat kotak almond cookies ada di meja belajar saya, haha. Ngidam yang sangat aneh ya.

Kedua kalinya, saya ngidam pizza hut. Untungnya momennya sangat tepat sekali menjelang kepulangan adek saya berlibur dari Jakarta. Jadi saya langsung titip 1 loyang meat-lover yang large ke adek saya. Untuk ngidam kedua ini, pizza nya saya makan kok, hehe.

Ngidam ketiga adalah ngidam paling susah. Saya ngidam Ramen Spesial dari Kedai Ling-Ling di Bandung. Untuk yang ketiga kali ini saya juga merengek-rengek ke suami, karena bingung banget gimana caranya ke Bandung (dengan usia hamil muda begini). Akhirnya, suami mengajak saya ke kedai masakan Jepang di dekat rumah saya di Banjarnegara (satu-satunya kedai Japannesse Food di kota itu, hehe), dan kita makan ramen di sana.
Alhamdulillah, setelah makan ramen itu, ngidamnya langsung berhenti. Hufff, kaka kecil pinter banget deh.

Morning Sick ?
Wah, rasanya memang luar biasa. 
Saya mengalami morning sick sampai saat saya menulis blog ini, alias di minggu ke 14 kehamilan saya. Setiap pagi rasanya selalu mual. Yang paling parah adalah mulai dari bulan pertama dan kedua. wah benar-benar bolak balik ke kamar mandi dan muntah-muntah.

Saya kadang iri dengan teman-teman yang tidak mengalami morning sick. Namun sedikit lega karena berdasarkan artikel yang saya baca, morning sick itu menandakan bahwa janin yang ada di dalam kandungan kita tumbuh dengan baik dan berpotensi menjadi anak jenius. Untuk lebih lengkapnya bisa lihat di sini.

Salah satu pemicu mual-mual hebat saya adalah bau wangi-wangian. Mulai dari sampo, sabun hingga lotion saya ganti dengan produk bayi yang tidak ada baunya sama sekali. Mobil yang dipakai sehari-hari juga saya buang semua produk  wangi-wangiannya. Bayangkan saja, keluar dari ATM saya bisa muntah-muntah karena bau pewangi ruangan yang ada di ATM. 
Tidak hanya wangi-wangian saya juga anti dengan bau balsem, minyak angin, dan minyak-minyak panas lainnya. Bahkan untuk lipstik, saya tidak bisa memakai lipstik yang ada aroma atau rasanya karena membuat mual dan ingin muntah. Di post saya selanjutnya akan saya bahas lipstik yang saya pakai selama saya hamil, hehehe.

Intinya, menjadi ibu hamil adalah pengalaman yang paling berkesan selama hidup saya. Merasakan kasih sayang dan tanggung jawab yang begitu meluap-luap yang terus tumbuh dalam jiwa saya, membuat saya sangat mencintai kaka kecil, suami saya dan tentu saja ibu saya.


Welcome in my belly, kaka kecil :")



Sebenarnya saya masih ingin posting-posting tenting tips-tips pernikahan (request dari teman-teman juga sih, hehe). Tapi rasanya nggak sabar pengen posting tentang hal yang satu ini hehe.

Alhamdulillah banget,
Puji Syukur ke Tuhan Yang Maha Memanajemen segalanya, saya dan mas Aditya bisa dikasih anugerah, rezeki yang luar biasa yaitu kehamilan.
Kami memanggil makhluk kecil di dalam perut saya ini dengan sebutan "Kaka Kecil". Karena harapannya si Kaka ini nantinya punya adek-adek lagi hehe. Maklum, suami bercita-cita punya 3 anak. 

Memang kami tidak diberikan rezeki secepat pasangan-pasangan lainnya. Ada yang begitu menikah di bulan yang sama langsung dikaruniai rezeki itu. Alhamdulillah saya dikaruniai rezeki kehamilan ini di bulan ketiga pernikahan kami.

Saya sempat sih mengalami rasanya bosan ditanya-tanyai setiap orang "Sudah isi belum?" ; "Sudah berapa bulan nih?" ; bahkan ada yang sampai berkomentar "Kok belum hamil-hamil ya, periksain ke dokter gih" 

Untunglah ada sang suami yang setia menenangkan dan selalu berkata bahwa ini adalah rezeki yang dititipkan oleh Allah. Jadi mungkin saja kita dinilai belum siap dan tugas kita adalah memantaskan diri untuk bisa menjadi orang tua yang baik.

Jadi pesan saya, untuk kalian para newly-wed, jangan terlalu mengkhawatirkan perkataan orang-orang di sekitar. Yang cenderung lebih kepo dibanding "peduli". Karena kalau kepo itu kecenderungan untuk disebarkan menjadi gosip dan berita-antar-chat itu semakin tinggi, hahaha. 

Tapi kalian benar-benar harus bisa membedakan mana orang yang benar-benar peduli dengan orang-orang yang memang kepo dan sedang mencari bahan berita untuk bergosip, hehe. 

Intinya, selalu berdoa, berusaha dan jangan lupa menyerahkan segalanya kepada Allah SWT. Insya Allah akan diberikan jalan terbaik untuk keluarga kecil kalian.

Kehamilan adalah anugerah luar biasa dari Allah SWT. Kalian akan jauh lebih jatuh cinta beribu-ribu kali lipat banyaknya dengan ibu kalian. Merasakan bagaimana indahnya ada seorang makhluk kecil yang tinggal di dalam jiwa kalian. Ah, benar-benar nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Sungguh luar biasa nikmatnya.