Showing posts with label Wedding. Show all posts
Showing posts with label Wedding. Show all posts

Thursday, August 4, 2016

Mudik Pertama ke Tempat Mertua

Mudik lebaran ini terasa sangat istimewa. Karena ini pertama kalinya saya mudik ke tempat mertua! Dan ini juga pertama kalinya saya mudik dengan status istri dan calon ibu, hehe. Saya dan Mas Aditya pergi mudik ke Madiun di malam kedua lebaran.


Madiun adalah kota kecil yang sangat menyenangkan. Kami berkunjung ke rumah nenek dan kakek dari Mas Aditya yang letaknya di pinggiran kota yaitu Takeran. Acara hari kedua lebaran tidak terlalu heboh, kami hanya berfoto-foto, makan gado-gado dan pecel di kota, bermain kelereng, dan tidur siang, haha. Tidur siang adalah agenda wajib saya di awal-awal kehamilan ini, karena saya mudah sekali merasa kelelahan.




Foto-foto kami terlihat bagus karena bukan jepretan dari kamera smartphone biasa. Kebetulan sekali Oomnya Mas Aditya ada yang memiliki hobi fotografi. Jadilah saya, Mas Aditya dan Mba Arien serta Enna (Kakak dan ponakan mas Aditya) menjadi model dadakan, hehhee.

Sebenarnya di dekat rumah nenek kami ada sawah, dan rumah tua yang bisa dijadikan tempat foto-foto yang instagram-able, tapi berhubung saya merasa sangat kelelahan
Yang paling nggak bisa saya lupakan dari Madiun adalah makanannya. Wah, makanan di sana itu enak-enak sekali. Saya dengan porsi makan saya (yang-lumayan-berlebih) sangat menikmati makanan di Madiun. Bayangkan saja dalam satu hari saya bisa 4-5 kali makan, hahha.

Makanan yang benar-benar terngiang selalu adalah PECEL PODANG. Yes it is, itu enak banget. Porsinya nggak terlalu banyak, pedasnya mantap, dan lauknya buanyaakk sekali. Ah, surga dunia banget bagi orang yang suka makan pecel.

Selain Pecel Podang, ada makanan unik khas Madiun yang kemungkinan tidak kita temukan di tempat lain. Namanya TEPO. Tepo adalah semacam soto bersantan, dengan kuah kacang, isinya hanya ketupat, tempe dan tahu. Harganya sangat murah, bayangkan saja satu mangkok Tepo hanya seharga 4000 rupiah. Namun rasanya luar biasa. Sayangnya saya tidak memoto wujud dari makanan itu, hehe.

Saya dan suami juga jajan gado-gado, kue putu dan serabi selama 1 hari 1 malam di Madiun. Intinya mudik kali ini terasa sangat menyenangkan. Selain berkumpul dengan keluarga baru, kami juga menikmati wisata kuliner yang sangat nikmaaatt.


Monday, July 25, 2016

Angsul-Angsul (Option Choice dalam Prosesi Pernikahan)


Beberapa teman tidak sabar untuk menanti postingan saya selanjutnya, yang sudah saya janjikan di postingan Seserahan Pernikahan sebelumnya. Postingan kali ini adalah membahas tentang Angsul-Angsul. Angsul-angsul adalah barang-barang "sepengadeg" (perlengkapan dari ujung kepala hingga ujung kaki) yang diberikan dari calon pengantin perempuan untuk calon pengantin laki-laki.

Angsul-angsul memang tidak diwajibkan, seperti halnya seserahan untuk calon pengantin perempuan. Angsul-angsul bisa dibilang bersifat opsional. Memang perlengkapan untuk laki-laki bisa dibilang tidak sebanyak untuk perempuan. Jadi, angsul-angsul ini bersifat lebih simpel sesuai kebutuhan sehari-hari calon pengantin laki-laki.

Pada saat menyusun list, Mas Aditya hanya meminta barang-barang yang memang sedang sangat ia butuhkan. Dan ia juga minta untuk tidak dibuat dalam bentuk paket yang terlalu banyak. Jadi kami hanya menyiapkan kurang lebih 5 paket untuk angsul-angsul dan kurang lebih 9 paket untuk seserahan belum termasuk mahar dan cincin pernikahan.

Apa saja ya, yang termasuk ke dalam angsul-angsul?
Sejatinya kami hanya menebak-nebak saja, hehe. Karena dulu kami tidak sempat untuk browsing-browsing apa sebaiknya isi dari angsul-angsul tersebut. Begini kira-kira angsul-angsul versi saya dan Mas Aditya...

1. Pakaian, Tas dan Sepatu Casual
Sebenarnya ini tergantung sekali pada apa pekerjaan calon suami kamu. Berhubung Mas Aditya adalah seorang entrepreneur dalam bidang IT, yang notabene nggak suka kerja dalam busana formal, jadilah saya pilihkan kemeja santai (tapi tetap lengan panjang, karena biar sopan kalau ketemu klien, meskipun ujung-ujungnya bakal dilinting haha), sepatu Wakai favorit dia (yang selalu kemana-mana dipake) dan tas selempang (harus cukup macbook ukuran 11 inch, haha).


2. Jam Tangan
Nah, salah satu barang favorit dari Mas Aditya adalah Jam Tangan. Sebenarnya dia juga suka sekali mengoleksi kaset PS4. Tapi berhubung saya sebel banget kalo dia sudah mulai nyuekin saya waktu main PS, jadi nggak  saya kasih. Hehehe.
Ada baiknya dalam satu paket angsul-angsul ini, kamu bisa memberikan barang favorit atau barang yang dikoleksi calon suamimu. Tapi kalau misal calon suamimu suka ngoleksi mobil balap, kamu nggak perlu ngasih dia mobil balap yah, hehe. (gimana bawanya :")) 

3. Kaos kaki dan sabuk
Ini juga barang standar laki-laki ya. Kalau bisa pilhkan sabuk yang bagus sekalian (agak mahal dikit nggak papa sis). Usahakan sabuknya bisa awet dipakai, dan menjadi barang yang everlasting. Jadi  suamimu nanti bisa selalu ingat dengan istrinya, hehhe. Untuk kaos kaki, standar aja sih, belikan kaos kaki hitam (untuk formal) dan kaos kaki sport kalau calon suamimu suka berolahraga.

4. Perlengkapan Mandi
Seperti pada seserahan, perlengkapan mandi ini bisa berupa handuk, sampo, sabun, deodorant dan parfum untuk cowok. Pastikan aromanya yang kamu juga suka yah. Karena kamu pasti nggak mau kan, merasa nggak nyaman kalau dekat-dekat suami kamu nanti, hehhe.



5. Pakaian Dalam 
Pasti kamu sudah membayangkan betapa awkward-nya belanja pakaian dalam untuk calon suamimu, hehe. Tenang, kamu bisa nggak ikutan kok. Kamu bisa menunggunya langsung di kasir, atau duduk beli es krim selagi dia berbelanja pakaian dalamnya, hehehe. Tapi ingat yah, harus mulai diapalkan model, tipe dan ukuran pakaian dalam suamimu yaa. Karena nanti ketika sudah menjadi istrinya, otomatis kamu yang harus belanja, loh, hihihi. Semangat ! 
Packing untuk pakaian dalam laki-laki tidak serumit packing untuk pakaian dalam perempuan. Karena pakaian dalam laki-laki pasti berada di kotak. Jadi untuk packing-nya gak perlu harus memutar otak seperti bagaimana kamu menyembunyikan seserahan untuk pakaian dalam perempuan, hehe.
Oya, jangan lupa belikan juga kaos dalam (baik yang berupa singlet atau kaos polos biasa yang biasa dipakai untuk dalaman jika memakai kemeja).

6. Kue-kue
Untuk part makanan, rasa-rasanya hampir sama dengans seserahan untuk pihak perempuan. Pastikan kuenya adalah kue kering yang awet dan tahan lama yah.

7. Buah-buahan
Untuk buah-buahan, pastikan buahnya tidak usah terlalu banyak, karena buah bisa cepat busuk dan sangat berat jika jumlahnya banyak (kasihan yang bawa yah, sis) hehehe.

Oya, kamu juga bisa melengkapi paket angsul-angsul kamu dengan perlengkapan ibadah seperti baju koko, sarung, peci dan sajadah atau barang lainnya yang memang dibutuhkan oleh calon suami kamu. 

Dalam mempersiapkan seserahan ataupun angsul-angsul, jangan lupa yaa persiapkan untuk hiasan pada paket seserahan dan angsul-angsul kamu. Kamu bisa menghiasnya sendiri (DIY : Do it Yourself) atau kamu juga bisa menggunakan jasa vendor. Nantikan postingan saya selanjutnya tentang tips bagaimana membuat paket seserahan dan angsul-angsulmu jadi cantik yaaa.

Hal yang perlu Kamu siapkan dalam menyiapkan Seserahan Pernikahan


Dalam to do list acara wedding kamu; jangan sampai melupakan seserahan ya! Bagi kamu yang punya hobi berbelanja, aktivitas mempersiapkan seserahan bisa jadi aktivitas yang sangat menyenangkan. Seserahan pada umumnya diberikan dari keluarga laki-laki kepada keluarga perempuan. Filosofinya dalam budaya Jawa, menunjukkan bahwa si calon pengantin laki-laki dinilai mampu untuk menafkahi sang calon istri. Seserahan ini dinilai bukan dari harganya, melainkan dari kesungguhan sang calon pengantin laki-laki untuk menikahi calon pengantin perempuan.

Dalam filosofi budaya Jawa, ada 3 hal yang harus dipenuhi dalam paket seserahan yang diberikan, yaitu:
Spiritual (Seperangkat alat sholat)
Sandang (Pakaian)
Pangan (Aneka kue atau buah-buahan)

Dalam acara pernikahan saya kemarin, kami melakukan seserahan untuk kedua calon. Jadi tidak hanya calon pengantin perempuan yang diberikan hadiah "sapengadeg" (busana lengkap luar dan dalam dari kepala hingga kaki), melainkan calon pengantin laki-laki juga diberikan seserahan sebagai balasan dari pengantin perempuan. Tetapi seserahan untuk pengantin laki-laki tidak selengkap seserahan untuk pengantin perempuan.

Pemberian seserahan dapat diberikan pada saat lamaran, atau pada saat menjelang akad nikah. Bagi yang menganut adat Jawa, mereka biasanya melakukannya di malam midodareni (malam menjelang akad nikah). Namun pada saat acara kami kemarin, acara pemberian seserahan kami lakukan menjelang akad nikah dilaksanakan.


Apa saja sebenarnya isi dari seserahan? Saya menulisnya dalam blog ini karena beberapa kali sempat ditanyai oleh teman-teman saya mengenai apa saja isi dari seserahan. Untuk itu, saya menulisnya di sini agar memudahkan siapapun yang ingin sedang menyiapkan pernikahan.

Mahar Pernikahan:
Hal yang paling penting dalam pernikahan di Islam selain niat dan kata-kata saat Ijab Qabul adalah Mahar. Baiknya, untuk para laki-laki muda sudah bisa mulai menyicil menabung untuk membeli mahar. Kebanyakan calon pengantin muslim akan meminta seperangkat alat sholat sebagai maharnya. Bahkan beberapa orang ada yang meminta Al-Qur'an atau hafalan Al-Qur'an dari calon suaminya. Dari segi materi, bisa dilengkapi dengan  uang ataupun dinar.



Cincin Pernikahan
Untuk para calon pengantin yang kreatif, biasanya akan membuat cincin pernikahannya terlihat seunik mungkin. Tapi untuk pasangan seperti saya dan Mas Aditya yang inginnya simpel dan cepat, jadi kita langsung saja membuat cincin di Toko Perhiasan, hehe. Oya, saya mengingatkan untuk kalian para calon pengantin laki-laki, jangan pakai cincin dari emas ataupun emas putih ya. Karena memang diharamkan oleh Islam. Untuk laki-laki bisa memilih bahan dasar silver/perak, palladium atau platinum.

Kamu bisa membuat tampilan cincin pernikahan kamu menjadi lebih unik, dengan menyiapkan tempat cincin yang unik dan kreatif. Saya khusus memesan beberapa bulan sebelumnya untuk membuat ring-nest ini. Cukup lama saya mencari vendor yang bisa membuatkan jenis semacam ini. Saya sengaja menambahkan Lego untuk membuatnya terlihat lebih unik.


Untuk Calon Pengantin Perempuan:
Sebenarnya, yang perlu dirundingkan terlebih dahulu dengan calon pengantin perempuan adalah mengenai barang-barang "yang benar-benar dia butuhkan". Usahakan kedua calon mempelai berbelanja perlengkapan seserahan bersama-sama. Hal ini agar semua barang di seserahan itu merupakan barang yang sesuai dengan diri masing-masing calon.

Jangan sampai memberikan barang yang mereka tidak butuhkan. Bahkan saya sempat mendengar ada pengantin pria yang memasukkan ipod dan headset ke dalam perangkat seserahannya, karena sang calon pengantin perempuan memang sedang sangat membutuhkannya.
Jangan minta mobil ya, untuk seserahan kamu, hehehehe.

1. Perhiasan
Biasanya, sang ibu mertua (ibu dari calon pengantin laki-laki) yang suka memberikan perhiasan kepada sang calon pengantin perempuan. Perhiasan yang diberikan biasanya, gelang, anting dan kalung. Tidak memberikan cincin lagi, karena sudah termasuk cincin pernikahan di dalamnya.

2. Pakaian Kerja/Casual
Suami Saya lebih memilih membelikan pakaian kerja dibanding pakaian casual. Dengan alasan, bisa lebih semangat untuk bekerja, hehe. Pilihlah pakaian yang everlasting agar menjadi pakaian yang Kamu ingat selalu.

3. Tas dan Sepatu Kerja /Casual
Untuk tas dan sepatu, pilihlah sepatu dan tas yang elegan, dan yang jelas tas dan sepatu yang bear-benar Kamu inginkan dan butuhkan. Kalau memang Kamu sedang menginginkan dan membutuhkan tas ransel atau sepatu running, mungkin Kamu bisa merayu sang calon suami untuk membelikannya, hahaha.

4. Pakaian adat/nasional
Saya pikir awalnya pakaian nasional ini tidak begitu penting, karena sudah ada pakaian kerja/casual. Namun Mama saya menyarankan untuk pakaian adat/nasional (yang berupa Kebaya Encim) masuk ke dalam list seserahan. Karena memang pakaian ini cukup dibutuhkan untuk para perempuan, terutama jika ada acara resmi.

5. Tas dan Sepatu Pesta
Saya sarankan untuk memilih jenis tas dan sepatu pesta yang belum Kamu punya yaa. Baik dari warna maupun model.

6. Perlengkapan Mandi
Untuk perlengkapan mandi bisa berupa handuk, baju handuk, handuk untuk travelling, body scrub, lotion, body butter, sabun maupun sampo. Pilihlah semuanya dengan aroma yang menenangkan dan beraroma lembut. Perlengkapan ini bisa Kamu bawa ketika honeymoon, jadi pastikan kalian memilih aroma yang sama-sama kalian sukai yaa. Agar suasana romantis ketika honeymoon tetap terasa dengan aroma perlengkapan mandi ini, hehehe.

7. Pakaian dalam
Untuk pakaian dalam, mungkin bisa berupa dua pasang atau 3 pasang sudah cukup. Oya, usahakan bicarakan dengan vendor yang menghias seserahanmu, untuk bisa membuat perlengkapan pakaian dalam ini tidak terlalu mencolok. Kamu pasti nggak mau kan, orang-orang jadi tau warna dan pakaian dalammu seperti apa, hehehe. Jangan sampai failed ya, dalam menghias bagian ini. Karena begitu ho-ror-able, hahaha.

8. Peralatan Rias atau Makeup
Ini adalah bagian favorit saya! Yaampun, saya merasa bahagia banget deh kalo disuruh belanja alat make-up haha. Pada waktu menjelang pernikahan saya, saya lagi tergila-gila dengan salah satu merk make-up, jadilah hampir semua produknya memakai merk tersebut. Menyenangkan sekali memilih mulai dari foundation, bedak, lipstick, eyeshadow, contour, shading, eyebrow mascara, mascara, eye liner, eyebrow pencil, dan lain-lain.

9. Kue-Kue
Pastikan kue-kue yang ada di dalam seserahan kita adalah kue-kue yang awet dan tahan lama. Kami lebih memilih kue kering, karena masih dapat dikonsumsi dalam waktu yang lama. Berdasarkan budaya Jawa, bisa jadi diberikan jenis kue yang lengket-lengket untuk melengketkan hubungan kedua mempelai. Bisa berupa jenang, wajik, ketan dan lainnya. Keluarga suami saya memberikannya pada saat acara lamaran. Pada saat seserahan menjelang akad nikah, makanan yang dibawa hanyalah makanan yang awet dan tahan lama saja.
10. Buah-buahan
Saya sarankan tidak membawa buah-buahan terlalu banyak. Selain karena cepat busuk, buah-buahan yang banyak akan sangat beraaatt, hehe (kasihan sang pembawa seserahan, hehe).

Nah, bagaimana seserahan untuk calon pengantin laki-laki? Dalam Budaya Jawa sering disebut dengan sebutan "angsul". Nantikan di postingan saya selanjutnya yaahh.. Selamat membuat list seserahan yang sesuai dengan kebutuhan Kamu yah, semangat!


Friday, July 22, 2016

Pengajian Menjelang Pernikahan


Dalam kebudayaan Jawa, biasanya masyarakat melakukan acara-acara menjelang akad nikah seperti Midodareni atau Siraman. Namun dalam keluarga kami, kami tidak menggunakan upacara adat semacam itu. Seminggu sebelum menjelang pernikahan, baik dari keluarga saya dan Mas Aditya mengadakan pengajian di tempat masing-masing.  Mengaji Asmaul Husna dan Surat Ar-Rahman, untuk memohon kelancaran selama prosesi acara pernikahan dan memohon agar keluarga calon pengantin menjadi keluarga yang Sakinah Mawaddah Warrohmah.

Bagi keluarga saya, acara ini dilakukan selain untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT, juga untuk mengundang keluarga, kerabat dan tetangga terdekat untuk meminta doa restu atas pernikahan kami yang tidak bisa diselenggarakan di Banjarnegara. Karena tidak memungkinkan jika mereka semua harus pergi ke Surabaya (tempat akad nikah dan resepsi digelar).



Setelah acara mengaji bersama usai, kami mendengarkan ceramah dari Bapak Ustadz yang memang sengaja saya undang dalam pengajian ini. Begitu banyak wejangan, tips dan doa-doa yang disampaikan untuk membangun sebuah keluarga yang sakinah.


Kebanyakan peserta dari pengajian ini merasakan kesenangan dan kebahagiaan yang teramat sangat, karena pengajian ini bagi mereka kebanyakan merupakan suatu hal yang sangat baru. Di mana dalam tradisi dan budaya pernikahan di Banjarnegara, mereka tidak terbiasa mengadakan pengajian menjelang pernikahan seperti ini.

Saya bersyukur, materi dalam pengajian ini benar-benar sangat bermanfaat untuk setiap mereka yang datang. Karena materinya bukan hanya membahas bagaimana kehidupan untuk pengantin baru saja. Melainkan lebih kepada bagaimana merawat keutuhan sebuah rumah tangga. Di mana pernikahan adalah layaknya menggabungkan dua orang yang benar-benar berbeda namun menjadi satu jiwa dan satu langkah yang seirama untuk membangun keluarga yang diridhoi Allah SWT.


Persiapan pengajian ini dilakukan dalam waktu yang lumayan singkat, yaitu dalam waktu 2 minggu. Mulai dari persiapan desain dan cetak buku pengajiannya, desain, cetak dan penyebaran undangan pengajian, souvenir, dekorasi, catering, fotografer, venue dan undangan untuk ustadz. Hal yang paling memakan waktu cukup lama adalah desain buku pengajiannya. Bayangkan, saya harus memeriksa satu per satu ayat di buku itu dan mencocokannya dengan yang ada di Al-Qur'an. Alhamdulillah sih, hitung-hitung mengaji dan menghafalkan ayat-ayatnya, hehe.


Untuk buku pengajian dan undangan pengajian, saya sengaja memilih warna dan bentuk bunganya sendiri. Namun untuk pelaksanaan menuliskan ayat-ayat di dalamnya, kami menggunakan jasa vendor yang sekaligus mencetak buku pengajian, undangan dan paperbag. And voila ! Paket pengajian yang kami sediakan untuk para pengunjung terlihat sangat menggemaskan sekali.


Alhamdulillah pelaksanaan pengajian kami berjalan dengan sangat lancar dan menyenangkan. Dalam persiapan ini, saya dibantu oleh teman-teman kantor yang selalu mendukung dan membantu saya menyiapkan segala hal yang terkait dengan pernikahan. 3 dari teman saya ini adalah mommy beranak satu (Mba Rani, Mba Arum dan Mba Ayu), saya (the-bride-to be) dan Nanda teman sekelas saya waktu SMP yang masih berjuang dengan jodohnya, hehe (peace, Nda). Thank's yah girls, kalian sesuatu sekali <3 sarangheyo !


Persiapan pengajian ini juga didukung oleh keluarga saya yang juara banget! Terima kasih yaa Mama, Pap dan Adek untuk bantuannya !



Di hari yang sama, Mas Aditya (my-husband-to-be) juga mengadakan accra yang serupa di Surabaya. Kami ingin memulai rumah tangga kami dengan sesuatu yang mulia dan diberkahi oleh Allah. Amin...







Wednesday, May 11, 2016

Pre-Wedding Photoshoot Anindita & Aditya


I know, my husband at that time, really didn't have idea about being a model. I had a strong-negotiation with him, about take a photo-shoot for a pre-wedding photos. He asked me, "why we should do this, it's not an important thing for our wedding" all the time. Then finally, He agreed with me to did it. I was so happy, I feel like I got Gold Medal from National Science Olympic, haha.

We tried to find the photographer. I was searching and browsing in the Instagram. There were so many photographer agency that very nice, but we should choose the photographer that based in Surabaya. Finally, we choose Hendy Wicaksono Photography. 

We did some plan to set the venue or places to did the photoshoot. We have three places, 5 dress-codes, 2 Make Up Artists in two days.

Here, the photos...

1. Well-dressed Look








2. Casual Style





3. Japanese Style




4. Our Play Ground !





5. Bride and Groom on the Boat




Venue :
1. Bangi Kopitiam National Hospital, Surabaya
2. Kenjeran Park, Surabaya
3. Madura Strait with the view of Suramadu Bridge

Monday, May 9, 2016

9 Hal yang Harus Kamu Persiapkan untuk Bridal Shower Party Idamanmu


Menyusun sebuah pernikahan yang cantik di zaman sosial-media-minded seperti sekarang ini memang cenderung lebih mudah. Calon pengantin dengan mudah bisa langsung membuka akun instagram atau pinterest untuk mencari inspirasi tentang acara pernikahan yang diinginkan. Tidak jarang orang-orang banyak yang langsung copy-paste dari acara-acara orang lain yang pernah di post di sosial media sebelumnya.

Seperti yang saya tulis di postingan sebelumnya, bahwa sebenarnya bridal shower itu tidak ada di dalam kultur pernikahan di Indonesia. Kebanyakan orang Indonesia mengadopsinya dari kultur di Amerika. Sebenarnya, ini suatu hal yang sah-sah saja apabila kita ingin menyelenggarakan pesta seperti ini. Karena pada dasarnya acara ini dapat meningkatkan percaya diri sang mempelai wanita dan memberikan curahan kasih sayang yang begitu besar bagi calon mempelai ini. Bridal Shower biasanya dihadiri oleh teman-teman calon pengantin wanita yang akan menjadi bridesmaids atau maid-of-honor selama pesta pernikahan berlangsung.

Menyusun suatu pesta  seperti Bridal Shower tidaklah sulit. Apalagi jika pestanya semacam makan malam cantik dengan para bridesmaids seperti yang saya lakukan di acara pernikahan saya waktu itu. Namun beberapa orang banyak yang membuat acara Bridal Shower yang sangat mewah, dilengkapi dengan acara games berhadiah, atau bahkan acara bridal shower-nya dibuat beberapa kali. Ada Bridal Shower Part 1, Part 2, hingga part-part selanjutnya seperti drama korea saja, haha.
Semua itu tergantung pada si calon pengantin wanitanya. Acara seperti apa yang dia inginkan. Tentunya hal ini juga tergantung pada budget si pengantin, apakah acara ini mau diadakan secara besar-besaran di hotel berbintang, atau cukup acara simple dan sederhana di cafe saja.

Di sini saya ingin berbagi tips untuk para calon pengantin perempuan, apa saja sih yang harus dipersiapkan menjelang Bridal Shower...

Monday, April 18, 2016

It's Not Bridal Shower Like You Think

/'Bridal-Shower'/ atau dikenal dengan pesta lajang sebenarnya tidak ada di dalam kultur pesta pernikahan di Indonesia. Shower di sini bukanlah berarti dalam artian sesungguhnya yaitu 'mandi'. Atau dalam kata lain 'pengantinnya disiram atau dimandiin'. Bukan begitu ya, hehe. Shower di sini maksudnya adalah showering-with-love, alias si calon pengantin perempuan ini dihujani dengan kasih sayang dan perhatian dari teman-teman wanita terdekatnya. 

Bridal Shower sebenarnya adalah kultur pernikahan di Amerika, Australia dan Kanada. Mereka mengadakan Bridal Shower dengan sebuah undangan, dan bukan karena 'surprise' seperti yang teman-teman di Indonesia lakukan. 

Bridal Shower lazimnya dilakukan dari h-4 minggu pernikahan. Namun kebanyakan orang melakukannya tepat di 1 malam sebelum hari pernikahan, dengan harapan itu adalah pesta lajang terakhir yang dilakukan oleh calon pengantin perempuan. Jika pada kultur pernikahan di Jawa, malam sebelum pernikahan disebut dengan "Midodareni" yang terdiri dari beberapa langkah-langkah yang sesuai dengan adat dan tradisi.

Hm, sebenarnya saya 'gak' niat-niat amat untuk bikin Bridal Shower ala-ala selebgram gitu.
Sebenernya ini acara makan malem untuk teman-teman saya yang datang dari luar kota tepat sehari sebelum acara pernikahan. Di makan malam ini saya juga memanfaatkannya sebagai ajang untuk briefing karena kebetulan teman-teman saya ini sebagai panitia di acara pernikahan saya, kalau bahasa 'keren'-nya jaman sekarang, jadi 'bridesmaids' katanya hehe.



Acara pernikahan saya digelar di Surabaya, yang notabene bridesmaids saya memang dari luar kota semua, Jakarta, Semarang dan Taipei ! Senang sekali rasanya mereka mau jauh-jauh hadir di pernikahan saya di Surabaya. Dalam acara dinner ini saya pun mengundang teman dekat sewaktu di komunitas perempuan di Surabaya dulu.

Karena lazimnya satu hari menjelang pernikahan adalah acara Bridal Shower, jadilah akhirnya saya membuat party kecil-kecilan. Entah namanya Bridal Shower atau bukan, intinya sih hanya ngobrol dari hati ke hati dan makan malam cantik saja, hehe. 


Di mini-party ini, sengaja saya mint bantuan dari teman untuk melakukan dekorasi agar 'look'-nya semakin cantik dan photo-able. Di party ini saya juga bekerja sama dengan adik teman yang menjadi Project Manager dan sekaligus menjadi photographer dalam party ini.


Dekorasi ini bertema cutie-shabby-chic dengan rona warna pink, putih dan ungu. Benar-benar warna favorit yang sangat menyenangkan. Dekorasinya sangat simple, dan benar-benar sesuai dengan karakter saya.


 

Mini-party ini sangat berkesan untuk saya. Di acara ini teman-teman membawakan kado yang lucu-lucu dan memberikan veil serta selempang dengan tulisan "Bride to be". Very Lovely ! 


Acara ini saya adakan di restoran Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya. Di Trimurti Resto dengan desain Glass House ini, membuat dekorasi terlihat semakin cantik. Dari segi makanan, jujur saya sangat menikmati makanan di sini, makanannya enak dengan harga sekelas hotel bintang 4.

Bridal Shower bukanlah hal yang terpenting dalam serangkaian acara pernikahan. Jangan sampai calon pengantin perempuan terlalu lelah karena sibuk menyiapkan acara ini. Saya sarankan jangan membuat acara hingga larut malam, karena calon pengantin perempuan harus istirahat yang cukup , karena akan dirias di pagi harinya.

Selamat merancang mini-party mu sendiri yaah girls!