Friday, July 22, 2016

Pengajian Menjelang Pernikahan


Dalam kebudayaan Jawa, biasanya masyarakat melakukan acara-acara menjelang akad nikah seperti Midodareni atau Siraman. Namun dalam keluarga kami, kami tidak menggunakan upacara adat semacam itu. Seminggu sebelum menjelang pernikahan, baik dari keluarga saya dan Mas Aditya mengadakan pengajian di tempat masing-masing.  Mengaji Asmaul Husna dan Surat Ar-Rahman, untuk memohon kelancaran selama prosesi acara pernikahan dan memohon agar keluarga calon pengantin menjadi keluarga yang Sakinah Mawaddah Warrohmah.

Bagi keluarga saya, acara ini dilakukan selain untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT, juga untuk mengundang keluarga, kerabat dan tetangga terdekat untuk meminta doa restu atas pernikahan kami yang tidak bisa diselenggarakan di Banjarnegara. Karena tidak memungkinkan jika mereka semua harus pergi ke Surabaya (tempat akad nikah dan resepsi digelar).



Setelah acara mengaji bersama usai, kami mendengarkan ceramah dari Bapak Ustadz yang memang sengaja saya undang dalam pengajian ini. Begitu banyak wejangan, tips dan doa-doa yang disampaikan untuk membangun sebuah keluarga yang sakinah.


Kebanyakan peserta dari pengajian ini merasakan kesenangan dan kebahagiaan yang teramat sangat, karena pengajian ini bagi mereka kebanyakan merupakan suatu hal yang sangat baru. Di mana dalam tradisi dan budaya pernikahan di Banjarnegara, mereka tidak terbiasa mengadakan pengajian menjelang pernikahan seperti ini.

Saya bersyukur, materi dalam pengajian ini benar-benar sangat bermanfaat untuk setiap mereka yang datang. Karena materinya bukan hanya membahas bagaimana kehidupan untuk pengantin baru saja. Melainkan lebih kepada bagaimana merawat keutuhan sebuah rumah tangga. Di mana pernikahan adalah layaknya menggabungkan dua orang yang benar-benar berbeda namun menjadi satu jiwa dan satu langkah yang seirama untuk membangun keluarga yang diridhoi Allah SWT.


Persiapan pengajian ini dilakukan dalam waktu yang lumayan singkat, yaitu dalam waktu 2 minggu. Mulai dari persiapan desain dan cetak buku pengajiannya, desain, cetak dan penyebaran undangan pengajian, souvenir, dekorasi, catering, fotografer, venue dan undangan untuk ustadz. Hal yang paling memakan waktu cukup lama adalah desain buku pengajiannya. Bayangkan, saya harus memeriksa satu per satu ayat di buku itu dan mencocokannya dengan yang ada di Al-Qur'an. Alhamdulillah sih, hitung-hitung mengaji dan menghafalkan ayat-ayatnya, hehe.


Untuk buku pengajian dan undangan pengajian, saya sengaja memilih warna dan bentuk bunganya sendiri. Namun untuk pelaksanaan menuliskan ayat-ayat di dalamnya, kami menggunakan jasa vendor yang sekaligus mencetak buku pengajian, undangan dan paperbag. And voila ! Paket pengajian yang kami sediakan untuk para pengunjung terlihat sangat menggemaskan sekali.


Alhamdulillah pelaksanaan pengajian kami berjalan dengan sangat lancar dan menyenangkan. Dalam persiapan ini, saya dibantu oleh teman-teman kantor yang selalu mendukung dan membantu saya menyiapkan segala hal yang terkait dengan pernikahan. 3 dari teman saya ini adalah mommy beranak satu (Mba Rani, Mba Arum dan Mba Ayu), saya (the-bride-to be) dan Nanda teman sekelas saya waktu SMP yang masih berjuang dengan jodohnya, hehe (peace, Nda). Thank's yah girls, kalian sesuatu sekali <3 sarangheyo !


Persiapan pengajian ini juga didukung oleh keluarga saya yang juara banget! Terima kasih yaa Mama, Pap dan Adek untuk bantuannya !



Di hari yang sama, Mas Aditya (my-husband-to-be) juga mengadakan accra yang serupa di Surabaya. Kami ingin memulai rumah tangga kami dengan sesuatu yang mulia dan diberkahi oleh Allah. Amin...







1 comment :